Hima Sekretari menjadi Voluenter di Munas IX Pertuni 2019

WhatsApp Image 2019-09-01 at 02.25.27.jpeg

Jakarta. Selasa (20/08) Himpunan Mahasiswa Sekretaris Universitas Pamulang ( HIMAS ) menjadi volunteer dalam acara “Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Membangun Diverifikasidan Mengakselerasi Peluang usaha Tunanetra di Indonesia”. Sidang Paripurna I dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2019 pukul 19.30 WIB bertempat di Ballroom Hotel Mega Anggrek, Jakarta. Dalam sidang ini pembahasannya mengenai tata tertib agenda Musyawarah Nasional IX, pembentukan presidium Musyawarah Nasional IX Pertuni Oleh Steering Comitee dan pengesahan serta penetapan bakal calon menjadi calon ketua umum Pertuni masa bakti 2019-2024 oleh presidium.

WhatsApp Image 2019-09-01 at 02.25.27.jpeg

Ketua Sidang dalam Sidang Paripurna I adalah Pak Iyehezkiel, M.Ed dan sekretaris sidang adalah Pak Eka Setiawan, S.Pd. Musyawarah Nasional sah dilaksanakan karena sudah mencapai melebihi 80% dari jumlah keseluruhan peserta yang hadir. Dan dalam hal ini juga daftar hadir dewan penguruh daerah sudah mencapai 20 artinya sudah mencapai kuorum dalam persidangan.  Sidang paripurna 2 dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2019 pukul 13:30 WIB bertempat di Rest Area Hotel Mega Anggrek, Jakarta Barat.

Dalam sidang ini membahas mengenai LPJ Ketua Umum Pertuni Masa Bakti 2014-2019, Pandangan Umum Masing-masing Wilayah Mengenai Kepengurusan DPP PERTUNI Masa Bakti 2014-2019.

Ketua sidang dalam Sidang Paripurna II adalah Bapak Hamdani dan sekretaris sidang adalah Bapak Martinus. Laporan pertanggung jawaban ini langsung disampaikan oleh Ibu Aria Indrawati, SH yang dibantu oleh rekannya dari staff DPP PERTUNI yaitu Ibu Ana (Staff Bagian Keuangan) dan Bapak Ilham (Staf Sekretariat).” Begitu saya terpilih menjadi Ketua Umum, hal pertama yang saya lakukan adalah melakukan konsolidasi dalam membentuk Tim DPP PERTUNI. Strategi yang saya lakukan dalam membentuk kepengurusan adalah kombinasi antara mereka yang dulu pernah duduk di DPP PERTUNI sebelumnya. Dengan demikian maka terjadi sinergi transfer ilmu, keterampilan, dan skill antar generasi,” ujar Ibu Aria.

Kemudian dalam forum Sidang Paripurna II Ketua Umum DPP PERTUNI menyampaikan programnya mengenai, pertama, pemberdayaan daerah berada di bawah Ketua 1 yang teknisnya diampu oleh ketua department pemberdayaan daerah. Program ini berbentuk komprehensif. Kedua, dalam program pemberdayaan daerah, proses belajar yang DPP PERTUNI ambil adalah keterbatasan kapasitas pengurus daerah dalam memahami bagaimana mengelola organisasi. Dan hal ini harus terus ditingkatkan. Ketiga, di samping itu ada advokasi kebijakan yang memang khusus spesifik persoalan tuna netra sehingga PERTUNI hanya melakukannya dengan organisasi yang terkait dengan tuna netra. Ke-empat, untuk publikasi, sepanjang 5 tahun terakhir, akselerasi publikasi di media masa juga dilakukan dengan menyelenggarakan program-program yang menarik yaitu program-program yang berbasis teknologi. Kelima, DPP mengadakan pelatihan persiapan bekerja sudah dilaksanakan di 6 kota diantaranya : Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Makassar dan  dijangkau 120 tunanetra.

Selanjutnya, Hasil sidang komisi II tentang Garis Besar Program Pertuni (GBPP) poin A-M yang telah disetujui oleh semua peserta dan disahkan oleh ketua Sidang Paripurna III. Yang diketuai oleh Bapak Yudi dan Sekertaris oleh Ibu Fathia. Lalu dilanjutkan dengan Hasil sidang komisi III tentang Resolusi MUNAS IX yang telah disetujui oleh semua peserta dan disahkan oleh ketua sidang paripurna III .yang diketuai oleh Bapak Slamet Riyadi S.H dan sekretaris oleh Ibu Sukma.Demikian berakhirlah laporan hasil Sidang Paripurna III yang telah disepakati dan disahkan oleh ketua siding paripurna III.

Penulis : Tiara Resha Fahlevi

WhatsApp Image 2019-09-01 at 02.26.18.jpeg