Himpunan Mahasiswa Sekretari Unpam Gelar Peringatan Isra Mikraj Secara Virtual

Himpunan mahasiswa (Hima) Sekretari Universitas Pamulang menggelar peringatan isra mikraj secara virtual pada Senin (15/3/2021) dengan tema “Peringatan Isra Mikraj sebagai iktibar untuk memotivasi diri sendiri.” Ceramah isra mikraj disampaikan oleh Deni Darmawan dosen agama dan pengurus Lembaga Kajian Keagamaan (LKK) Universitas Pamulang.

Dalam sambutannya, Kaprodi Sekretari Sugiyarto menyampaikan pentingnya kegiatan agama di kampus. “Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari visi-misi Unpam yang humanis dan religius. Dengan kegiatan ini, mahasiswa menjadi lebih religius dengan mengambil hikmah dan ikhtibar dari peringatan isra mikraj,” ujarnya.

Sambutan juga datang dari ketua Hima Sekretari Cintya Anindita. “Terima kasih kepada divisi kerohanian yang telah mempersiapkan kegiatan keagamaan dengan baik. Terima kasih kepada semua peserta dari berbagai fakultas yang telah hadir. Semoga kita bisa mengambil iktibar dari peristiwa isra mikraj dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat,” tutur Cintya.

Deni Darmawan menyampaikan pentingnya mengambil ikhtibar dari peristiwa isra mikraj. “Isra mikraj adalah sebuah mukjizat dari Allah yang diberikan nabi Muhammad Saw yang menggemparkan dan viral ketika warga Mekkah mendengar peristiwa tersebut. Allah Swt memperjalankan Nabi Saw dari Masjidil Haram di Mekkah hingga ke Masjidil Aqso di Palestina dan memikrajkan naik ke langit ketujuh sampai ke Sidratul Muntaha bertemu Allah Swt. Itu puncak kebahagiaan tertinggi,” terang dosen agama di Prodi Sekretari ini.

Dari peristiwa isra mikraj ini Nabi Saw mendapat perintah Salat. “Hadiah ilahiah ketika bertemu dengan Allah Swt adalah perintah shalat dari 50 waktu hingga 5 waktu. Shalat menjadi tiang agama, pondasi, jika shalatnya rusak, maka akan rusak juga pondasi agamanya,” lanjut Deni.

“Sebab Nabi diisra-kan dan dimikraj-kan karena beliau mengalami tahun kesedihan (‘amul huzni). “Sang Paman Abu Thalib yang telah memeliharanya sejak usia 8 tahun sampai beliau menjadi nabi telah wafat. Istrinya Siti Khadijah yang selama ini mendukung kegiatan dakwahnya juga telah wafat. Perlakuan keji kaum kuffar Quraisy di Mekkah semakin masif dan tak terbendung, hingga Nabi Saw memutuskan untuk ke kota Thaif. Di Thaif malah di timpahin batu hingga Nabi Saw berdarah. Hal inilah yang mendasari isra mikraj untuk menghibur Nabi dan menunjukkan kekuasaanya,” ungkap Deni yang juga suka menulis artikel dan buku.

Di tengah pandemi, peringatan isra mikraj menjadi iktibar dan hikmah. “Jika Nabi Saw mengalami kesulitan, kita pun saat ini mengalami kesulitan karena pandemi Covid-19. Jika kita mengalami kesedihan, kesusahan dan penderitaan, jangan lupa untuk berdoa kepada Allah Swt melalui salat. Salat adalah perintah langsung dari Allah,” lanjut Deni.

“Salat akan membawa kebahagiaan, ketenangan, keberkahan di tengah ujian yang kita alami. Salat akan memberikan hormon endorfin, hormon kebahagiaan dan energi positif sehingga ketika menghadapi ujian maka kita tetap istiqomah menjalankan segala perintah-Nya. Iktibar yang bisa kita ambik dari peristiwa isra mikraj adalah meningkatnya keimanan kepada Allah Swt,” tutupnya.

Kontributor : Deni Darmawan dan Amalia Syifa